Indonesia Miskin Kosakata atau Penutur Miskin Wawasan?

 

Penulis : Sabila Hasya Millatina
Penyunting : Annisa Salma Putri

Para #WarGaung, ada nggak yang suka scrolling aplikasi X di waktu senggang? Ada, dong, pasti. Platform X merupakan salah satu dari banyaknya wadah bagi para warganet untuk mengekspresikan opini terkait berbagai isu. Berbagai isu atau topik dapat dibicarakan ataupun disuarakan melalui aplikasi tersebut, misalnya pendidikan, politik, ekonomi, bahkan tren terbaru sekalipun. Salah satu topik yang dibicarakan pada platform X akhir-akhir ini adalah maraknya perbincangan tentang kebahasaan, khususnya kosakata bahasa Indonesia. Heran? Mari simak seluruh artikelnya!


Perdebatan ini dimulai dari sebuah siniar konten kreator asal Indonesia, Indah G, yang menyatakan bahwa bahasa Indonesia miskin kosakata serta dinilai tak sebaik bahasa Inggris dalam mengartikulasikan sesuatu. Tentunya, kutipan asli darinya nggak pakai bahasa serumit itu.  Dilansir dari kompasiana.com, influencer tersebut mengatakan bahwa, “Bahasa Indonesia itu sebenarnya bahasa yang miskin kosakata dan ini benar banget, terutama kalau dibandingkan dengan bahasa Arab atau bahasa Inggris,"


Pernyataan tersebut tentunya berhasil menyulut para warga serta penutur asli bahasa Indonesia yang seketika menyerbu aplikasi X untuk menyangkal pendapat tersebut. Kutipan sang pembuat konten  dinilai tidak masuk akal dan mengada-ngada sebab Indah G terlihat lebih sering menggunakan bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia. Dengan kata lain, Indah G dianggap tidak cukup berhak untuk menilai kosakata bahasa Indonesia apalagi membuat perbandingan dengan bahasa Inggris sementara dirinya tak memiliki keahlian ataupun pengetahuan yang mendalam terkait bahasa Indonesia itu sendiri. Masalahnya, apakah memang benar Indonesia miskin kosakata?


Tak hanya warganet yang berasal dari Indonesia yang memprotes kutipan tersebut. Bahkan, Kemendibudristek membantah pendapat sang pembuat konten tersebut. Pada hari Minggu (7/4/2024), Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbudristek, Endang Aminudin Aziz, menyatakan bahwa kosakata bahasa Indonesia sangatlah kaya serta menganjurkan para penutur Indonesia untuk membedakan antara kosakata yang secara resmi tercatat dalam kamus dengan jumlah kosakata bahasa Indonesia yang diserap dari bahasa-bahasa daerah.


"Perlu dibedakan antara kosakata tercatat dalam kamus dan kosakata dalam benak penutur bahasa tersebut. Dengan kata lain, Bahasa Indonesia sangat kaya dengan kosakata yang berasal atau bisa diserap dari bahasa daerah yang disampaikan oleh para penutur atau penggunanya," katanya dalam menanggapi pernyataan Indah G di media sosial.


Tak hanya itu, warganet juga membincangkan pernyataan Anies Baswedan yang telah menyinggung topik kosakata bahasa Indonesia dalam podcast Close the Door pada tahun 2019. Beliau mengatakan bahwa bahasa Indonesia merupakan bahasa yang tergolong muda, maka wajar apabila kekayaan kosakatanya tak sebanyak bahasa Inggris. Namun, pada video yang muncul lagi ke permukaan tersebut, beliau tak lupa untuk menyoroti pula masyarakat modern yang kerap mencampur bahasa Inggris dengan bahasa Indonesia, serta mendukung untuk menambahkan lebih banyak lagi kosakata pada bahasa Indonesia setiap tahunnya.


Nah, semenjak perdebatan di platform X muncul terkait pernyataan Indah G, calon presiden tersebut juga beberapa kali mengunggah konten yang berbau kekayaan kosakata bahasa Indonesia, seperti unggahannya tentang liburan yang sedang dilakukan bersama dengan keluarganya di Pulau Dewata, serta caption-nya yang mengandung beberapa kosakata bahasa Indonesia yang jarang terdengar sehari-hari. Beberapa warganet berspekulasi bahwa calon presiden tersebut sedang menyindir halus pernyataan Indah G pada unggahan-unggahannya beberapa hari belakangan.


Jadi, menurut #WarGaung gimana? Bahasa Indonesia miskin kosakata atau penuturnya yang miskin wawasan?


Posting Komentar

0 Komentar