Konon, warna dapat menjadi simbol atas sesuatu. Melihat dua warna biru di atas, apakah #WarGaung merasa akrab dengan mereka? Belakangan ini kedua warna biru itu pasti sering ditemui di berbagai media, termasuk media sosial. Uniknya, hanya dengan warna, masyarakat mengetahui pesan yang dimaksud oleh penyampainya.
“Ah apa sih, kan sama-sama biru.” Eits, sepertinya ini tidak bisa dianggap enteng karena ternyata cukup banyak orang (setidaknya orang-orang di sekitar penulis) yang tertawa kikuk ketika tidak sengaja memakai pakaian dengan salah satu warna biru seperti di atas. Nah, kira-kira apa alasannya, ya? Mengapa manusia bisa mengasosiasikan warna dengan makna tertentu? Kalau dipikir-pikir, mereka kan hanya warna?
Warna memang tidak membawa makna apa pun di dalamnya, tetapi manusia memiliki kemampuan untuk memberikan makna terhadap warna yang dilihatnya sesuai dengan kondisi yang dialaminya.
“Warna, seperti sebuah fitur, mengikuti perubahan perasaan” merupakan pernyataan ikonik dari Pablo Picasso, salah seorang seniman terkemuka dunia. Warna merupakan alat komunikasi yang bisa menyiratkan sesuatu sampai mampu memengaruhi perasaan orang yang melihatnya.
Ternyata ada istilah yang disebut dengan color psychology atau psikologi warna, loh! Dilansir dari Very Well Mind, psikologi warna adalah sebuah studi yang mempelajari bagaimana warna yang berbeda-beda dapat memengaruhi perasaan dan kebiasaan manusia.
Dilansir dari London Image Institute, persepsi seseorang terhadap warna adalah hal yang sangat subjektif, tetapi tidak dimungkiri adanya pandangan umum terhadap warna-warna tertentu. Warna-warna yang ada di area spektrum merah dianggap memberikan perasaan yang hangat sampai perasaan marah. Dilansir dari Very Well Mind, para ahli menemukan bahwa warna dapat memengaruhi perasaan dan bagaimana manusia bersikap. Hal tersebut merupakan efek dari faktor pengalaman pribadi, sosial, dan juga faktor situasi yang melingkupi warna tersebut.
Kembali ke dua warna biru di atas, apabila dikaitkan dengan faktor situasi yang sedang terjadi di negara kita ini, dua warna itu ternyata memang sering muncul, ya? Beberapa bulan yang lalu, saat masa pemilihan presiden dan wakil presiden, salah satu pasangan calon secara lantang mengumumkan bahwa mereka menggunakan salah satu warna biru tersebut sebagai identitasnya.
Sementara itu, warna biru yang lebih tua ramai digunakan masyarakat untuk mengawal putusan Mahkamah Agung yang hendak direvisi oleh Dewan Perwakilan Rakyat. Warna tersebut pasti #WarGaung temui setiap membuka media sosial pada beberapa waktu lalu sebagai simbol perlawanan masyarakat.
Oleh karena itu, kini kedua warna biru itu memiliki nama yang dibuat oleh masyarakat, yaitu Oligarchy Blue dan Resistance Blue. Hm, #WarGaung paham, kan, nama apa untuk jenis biru yang mana? Berkat pengalaman sosial dan politik yang sama kini masyarakat Indonesia menjadikan kedua warna itu sebuah simbol yang saling bertolak belakang.
Namun, jika ada kawan #WarGaung yang memakai pakaian dengan salah satu warna biru tersebut, jangan langsung diasosiasikan dengan pihak tertentu, ya. Ingat, warna biru memang klasik dan mudah untuk dipadupadankan. Ya, walau sekarang kita cenderung hati-hati, sih, hehe.
0 Komentar