Lokakarya "Serat Cerita" Ajak Merangkai Memori dalam Scrapbook Sebagai Kenangan Abadi

Lokakarya "Serat Cerita" Ajak Merangkai Memori dalam Scrapbook Sebagai Kenangan Abadi

(Sumber gambar: Nabilla Syifa)


Penulis   : Yusefania

Penyunting: Selese Putriani


Depok, 16 Mei 2026 — Media Gaung berkolaborasi dengan divisi seni Ikatan Keluarga Sastra Indonesia Universitas Indonesia (IKSI UI) menggelar lokakarya scrapbooking bertajuk “Serat Cerita” di Auditorium Tjan Tjoe Som, Gedung IV Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI. Kegiatan yang dimulai pukul 16.00 WIB ini dihadiri oleh mahasiswa dari berbagai latar belakang.

Lokakarya scrapbooking yang dilaksanakan dalam rangka menjalankan program kerja Serat Cerita di bawah naungan divisi seni IKSI UI ini, berhasil mengusung tema dengan jangkauan personal, yakni “Memori yang Ingin Terus Diingat Sebagai Kekuatan”. Dalam praktik pengerjaannya, peserta lokakarya diharapkan untuk bisa menumpahkan semua ingatan yang mengandung kebahagiaan dan kekuatan ke dalam scrapbook sebagai bentuk apresiasi setiap individu dalammenghargai setiap momen yang ada.






Hanadia sebagai narasumber lokakarya

Acara ini berhasil dipandu oleh mahasiswa IKSI angkatan 2022, yakni Hanadia Mumtaz yang juga merupakan bagian dari Media Gaung. Perempuan yang sudah cukup lihai dalam ranah kreatif itu— atau kerap kali dipanggil Kak Hana, berhasil menjelaskan dengan informal—demi membentuk suasana santai—terkait pembuatan
scrapbooking yang menurutnya perlu dilandasi dengan kejujuran dan kreativitas yang murni. Ia juga menyebutkan bahwa dalam pembuatan scrapbook tidak ada karya yang pantas dianggap buruk, karena setiap karya dibuat dengan standar alami oleh setiap individu yang pastinya memiliki latar belakang berbeda. Walau pada faktanya, seringkali konten-konten terkait journaling/scrapbooking yang berseliweran di media sosial membuat sebagian orang merasa terdoktrin untuk bisa membuat karya yang harus memiliki estetika tinggi di mata semua orang. Akan tetapi, Kak Hana berhasil membuat setiap peserta terbuka untuk bisa menumpahkan inspirasi apapun ke dalam scrapbook-nya. Hal tersebut pun akhirnya berlangsung dengan hangat tanpa ada penghakiman terhadap karya peserta manapun.

Proses pembuatan scrapbooking oleh peserta lokakarya

Adapun hal-hal yang berhasil dianggap sebagai memori indah oleh para peserta, di antaranya meliputi kebersaman dengan teman, kebahagian dengan pasangan, bahkan dopamin pada hobi, idola, bahkan pengalaman-pengalaman bermakna yang terjadi. Namun jauh sebelum itu, panitia dari pihak divisi seni IKSI pun telah memberikan kebebasan kepada peserta, seandainya peserta memiliki bahan tambahan untuk bisa menjadi elemen
scrapbook. Contohnya seperti lembar hasil photobooth, tiket bioskop terakhir, struk belanja, surat-surat kecil hingga stiker-stiker lucu yang barangkali peserta miliki.

Proses pembuatan scrapbooking oleh peserta lokakarya

Suasana auditorium juga sangat menghangatkan sore itu. Lokakarya yang sebenarnya tidak dihadiri oleh begitu banyak orang ini—kurang dari 30 orang—tidak membuat suasana menjadi canggung dan kaku. Hiasan ruangan yang dirancang oleh panitia pun berhasil membuat para peserta nyaman dalam proses pembuatan
scrapbooking. Dimulai dari pintu utama auditorium yang dihias menggunakan kertas dekorasi yang dibentuk menyerupai gorden dengan tulisan "Serat Cerita" di atasnya bagai ucapan selamat datang; tempat duduk yang dikonsep seperti sedang piknik dengan alas tikar piknik warna-warni; dan semua peralatan scrapbooking yang sudah disediakan pihak divisi seni; berhasil memadukan estetika yang manis dan lembut. Acara dimulai dengan setiap peserta diberi kesempatan untuk memperkenalkan diri sehingga acara berlangsung dengan penuh senyuman. Bahkan, sebelum acara benar-benar sampai pada adegan menyusun scrapbook, MC juga sempat membukanya dengan melibatkan peserta untuk bermain game terlebih dahulu. Pembuatan scrapbooking pun berjalan kurang lebih selama 2 jam dengan menghabiskan waktu dari pukul 16.00–18.30 WIB termasuk ishoma. Kemudian pukul 18.30–19.00 WIB peserta lokakarya pun diberi kesempatan untuk bisa mempresentasikan karya yang mereka buat. Acara pun ditutup dengan sesi foto bersama serta pembuatan konten untuk kebutuhan media sosial oleh panitia divisi Seni IKSI UI.

Dokumentasi peserta Lokakarya "Serat Cerita"

Lokakarya ini berhasil membuka wawasan bahwa pada hakikatnya sastra dan seni bisa mencakup seluruh kalangan manapun melalui prinsip kreativitas yang tidak melihat latar belakang setiap orang. Siapa pun bisa berkreasi dengan seliar-liarnya dan sebuah karya tidak memiliki standar struktural untuk bisa dihargai oleh setiap netra yang melihatnya. Selain itu, lokakarya ini juga berhasil menambah
insight baru bahwa pembuatan scrapbooking bisa menjadi salah satu alternatif untuk setiap orang merayakan dan mengenang memori indahnya.
 

Posting Komentar

0 Komentar