Insomnia itu Gangguan, Bukan Teman!


Penulis : Sekar Putrinara
Penyunting : Nurramadhina A. Daradjat


Insomnia atau kesulitan tidur sering kali dialami oleh remaja hingga dewasa. Gangguan insomnia membuat seseorang tidak dapat memenuhi kebutuhan istirahat manusia yang idealnya membutuhkan waktu tidur selama kurang lebih 8 jam per hari.  Istirahat atau tidur yang tidak optimal cenderung menyebabkan seseorang mengalami penurunan kondisi tubuh yang dapat mengganggu kegiatan pada siang hari.


Insomnia merupakan gangguan yang membuat seseorang sulit untuk merasa ngantuk dan tidak dapat tertidur lelap meskipun tubuhnya lelah dan merasa membutuhkan istirahat. Dalam beberapa kasus, pengidap insomnia yang sudah tidur akan terbangun pada dini hari dan tidak dapat terlelap kembali hingga pagi. Hal demikian tentunya akan menimbulkan rasa lelah dan tidak fokus pada kegiatan yang dilakukan.


Dilansir dari halodoc.com, insomnia dikategorikan dalam dua jenis, yaitu insomnia jangka pendek dan insomnia jangka panjang. Insomnia jangka pendek atau biasa disebut insomnia akut umumnya terjadi pada seseorang yang sedang stres, teringat akan trauma, dan mengalami perbedaan tempat atau waktu tidur dari kebiasaannya. Insomnia jangka panjang atau insomnia kronis biasanya terjadi karena adanya kondisi medis dan masalah psikologis tertentu.


Insomnia akut dapat diatasi secara mandiri, lho! Cobalah menciptakan suasana yang nyaman, tenang, dan rileks sebelum tidur. Hilangkan pikiran negatif dan lupakan kenangan yang buruk. Hentikan penggunaan gadget untuk mengistirahatkan otot-otot mata. Selain itu, insomnia juga dapat disembuhkan dengan memperbaiki pola hidup, seperti mengonsumsi makanan bergizi untuk memenuhi kebutuhan tubuh dan melakukan olahraga yang teratur. 


Nah, berbeda dengan insomnia akut, pemulihan insomnia kronis yang disebabkan oleh masalah kesehatan umumnya dilakukan dengan bantuan dokter atau psikolog. Pemeriksaan akan diawali dengan observasi yang biasanya dilakukan melalui keluhan yang disampaikan oleh pengidap. Setelah menemukan pemicu dan penyebabnya, dokter atau psikolog akan meresepkan obat atau memberikan terapi perilaku kognitif yang harus dikonsumsi atau dilakukan dalam rentang waktu tertentu. Jadi, jangan anggap insomnia sebagai hal yang remeh lagi, ya!



Posting Komentar

0 Komentar