Artemis: Upaya Manusia Mencapai Mars dan Memahami Kosmos

Misi Artemis II: Upaya Manusia Mencapai Mars dan Memahami Kosmos

Spaceship Earth (Sumber foto: NASA)


Penulis   : Zahratul Jannah

Penyunting: Zhafira Salsabila


Kebanyakan dari kita pasti pernah melihat gambar di atas. Gambar “mahal” itu diambil dari dalam kabin pesawat angkasa oleh salah satu anggota kru dalam perjalanan menuju Bulan. Beredar pula rekaman dari salah seorang kru lain yang sontak menaikkan standar cinta seorang pria. Dalam rekaman itu, Victor Glover mengirim pesan pada istrinya, “I love you from the Moon,” dan langsung membuat iri perempuan sedunia. 

Gambar ataupun rekaman di atas hanyalah bagian terkecil dari keseluruhan misi Artemis II yang dianggap sebagai lompatan sejarah umat manusia. Hal itu disebabkan sudah lebih dari lima dekade sejak terakhir kali NASA mengirimkan misi ke bulan. Misi terakhir itu adalah Apollo 17 pada tahun 1972.

Lima dekade telah berlalu, lantas apa sebenarnya misi Artemis II itu? Apa bedanya dengan misi Apollo? Selain itu, apa pula tujuan dan peran misi itu bagi peradaban manusia? 

Pada kenyataannya, Artemis II hanyalah satu tahapan krusial dalam skema besar program Artemis. Program itu dimulai pada tahun 2017 atas instruksi Donald Trump, Presiden Amerika Serikat. Nama Artemis diambil dari nama Dewi Perburuan Yunani yang juga saudara kembar Apollo. Program itu memiliki tujuan yang lebih jauh dari sekadar mendaratkan manusia di Bulan, yakni pembangunan pangkalan permanen di permukaannya sebagai upaya eksplorasi menuju Mars atau tempat-tempat yang lebih jauh. Untuk mencapai tujuan ambisius itu, program Artemis dirancang dalam lima tahap inti, mulai dari Artemis I hingga Artemis V. 

Tahap pertama dari program ini, yakni Artemis I, telah lebih dulu diluncurkan dengan sukses pada tahun 2022. Dalam misi itu, NASA melakukan uji coba pesawat angkasa tanpa awak untuk mengelilingi Bulan yang dilakukan dalam rentang waktu 25 hari. Tujuan dari misi itu adalah untuk menguji kesiapan pesawat angkasa Orion dan roket Space Launch System (SLS) untuk misi berawak yang akan dimulai dalam misi Artemis II. Pesawat angkasa itu diluncurkan dari Kennedy Space Center pada tanggal 16 November. Aspek-aspek yang diuji tidak lain adalah keamanan selama peluncuran dan fungsi-fungsi penyokong kehidupan di dalam pesawat angkasa, terutama pelindung panasnya. 

Selanjutnya, Artemis II juga telah dilaksanakan dengan sukses meski beberapa kali ditunda. Pesawat angkasa Orion diluncurkan dengan SLS pada 1 April lalu dengan membawa kru beranggotakan empat orang astronot. Keempat orang itu adalah Komandan Reid Wiseman, Pilot Victor Glover, Spesialis Misi Christina Koch, dan Spesialis Misi Jeremy Hansen. Perjalanan di dalam Orion memakan waktu sepuluh hari dan menggunakan gravitasi Bulan untuk membalikkan lintasan. Misi itu penting untuk mendukung misi-misi berawak selanjutnya yang menyasar kutub selatan Bulan, terutama untuk menguji sistem penyokong kehidupan dan sistem komunikasinya. 

Artemis III yang direncanakan akan dilakukan pada tahun 2027 bertujuan untuk mempersiapkan pendaratan di Bulan dengan memanfaatkan wahana pendarat komersial di orbit rendah Bumi, seperti wahana milik SpaceX atau Blue Origin. Hal itu dilakukan untuk menguji prosedur pertemuan dan docking dengan wahana sebagai cara untuk mengurangi risiko. Selain itu, misi itu juga sekaligus menguji coba pakaian antariksa baru. 

Setelah itu, Artemis IV direncanakan akan diluncurkan sekitar tahun 2028 dan akan dijadikan pendaratan manusia setelah lima dekade. Pada misi itu, para astronot akan melakukan eksplorasi geologi Bulan, pemasangan peralatan sains, dan uji coba teknologi pangkalan. Terakhir, Artemis V direncanakan untuk dilakukan pada akhir 2028 dengan tujuan untuk memulai konstruksi pangkalan permanen di Bulan. Selain kelima tahapan inti, NASA juga telah merencanakan misi lanjutan berupa pendaratan tahunan. 

Program Artemis tidak sama dengan Apollo. Dibandingkan dengan tujuan Apollo yang sekadar memobilisasi manusia dengan selamat ke Bulan dan kembali lagi, Artemis memiliki tujuan untuk persiapan jangka panjang. Artemis berfokus pada persiapan manusia untuk dapat “tinggal” di Bulan dan pembangunan pangkalan yang menyasar Mars. Oleh karena kompleksnya tujuan program itu, Artemis didukung oleh teknologi-teknologi baru yang jauh lebih mutakhir daripada Apollo. Selain itu, Artemis secara khusus menargetkan kutub selatan Bulan yang lebih ekstrim untuk mendapatkan sumber daya vital berupa air yang tersimpan dalam lapisan es. 

Program jangka panjang ini membuktikan bahwa gairah penjelajahan manusia tidak mati, tetapi hanya tertidur sejenak sebelum melangkah lebih jauh. Manusia, makhluk kecil di pinggiran alam semesta, masih memiliki keinginan besar untuk mencapai titik-titik yang lebih jauh. Dengan menjadikan Bulan sebagai batu loncatan, kehidupan di Mars mungkin tidak akan hanya menjadi mimpi dalam beberapa dekade ke depan. Bahkan, manusia akan terus menjelajah ke dalam kosmos yang penuh misteri untuk terus menatap keindahannya, menyingkap rahasianya, dan mengagumi ciptaan Tuhan yang tiada tara. 

Dalam akhir transmisi Orion sebelum hilang di balik bayangan Bulan, Victor Glover menyampaikan pesan lain. Pesan itu berbunyi, “To all of you down there on Earth and around Earth, we love you from the Moon.” Ungkapan ini tidak hanya ditujukan untuk para kolega dan keluarganya, tetapi juga untuk seluruh manusia. Hal ini mengingatkan kita mengenai betapa menakjubkan sekaligus remehnya eksistensi kita di Bumi. Dari jarak lebih dari 400.000 kilometer, setiap perbedaan menjadi kabur. Yang terlihat hanya sebuah titik biru pucat yang sedemikian rapuh. Meski begitu, titik kecil inilah rumah kita yang akan selalu menjadi alamat satu-satunya seluruh umat manusia.


Referensi:
American Ideas. (2026, 7 April). Artemis II pilot Victor Glover: "We love you from the      Moon. We will see you on the other side." Substack. https://americanideas.substack.com/p/artemis-ii-pilot-victor-glover-we
Gregersen, E. (2026, 16 April). Artemis. Dalam Encyclopedia Britannica. https://www.britannica.com/topic/Artemis-program
NASA. (2026, 12 Januari). Artemis II resources for media. https://www.nasa.gov/artemis-ii-media-resources/


Posting Komentar

2 Komentar

  1. Tulisan yang cantik. Diri ini jd merasa sekecil itu. Setelh tema angkasa, ditunggu tulisan yang di bumi ya, Kakak.

    BalasHapus
  2. Gaya penulisan bagus, Mbak Tul... gak nyangka bisa nulis sampai luar angkasa...

    BalasHapus