Penulis : Mutiara Januar
Penyunting: Selese Putriani
Jakarta, 3 Oktober 2026 – Bedah buku Ke Mana-mana Keisha yang berlangsung di 7 Sleeper Coffee, Kebayoran Baru, berjalan seru dan menyenangkan. Dipandu Sita Masyitoh selaku moderator, acara ini menghadirkan Zen Wisa S. sebagai pembahas dan M. Irsyaad Nur selaku penulis untuk membedah isi buku secara mendalam. Ditulis sejak 2023 dan baru diterbitkan pada 2026, buku ini mengisahkan rasa terasing seorang pemuda bernama Hilman yang bertemu dengan perempuan bernama Keisha. Mengusung nuansa penceritaan yang banal, karya ini sarat dengan elemen budaya populer. Acara diawali dengan sambutan singkat dari para pembicara dan penulis.
Sumber gambar: Tim Redaksi Media Gaung
Irsyaad mengungkapkan bahwa buku ini lahir dari keresahan pribadinya. Melalui tokoh Hilman, ia menangkap momen keseharian hasil observasi terhadap diri sendiri, teman-teman, hingga orang asing di sekitarnya. Berawal dari cerita Hilman yang sedang nongkrong sendirian di Sike, ia bertemu Keisha—seorang perempuan yang baru saja bertengkar dengan pacarnya dan mendatangi Hilman untuk meminta api. Dari sana, Irsyaad merangkai perjalanan tiga hari Hilman bersama Keisha yang penuh pasang surut, lengkap dengan intrik kejaran Toriko, mantan kekasih Keisha.
Bedah buku berlangsung interaktif dan produktif. Zen tampak memahami betul seluk-beluk buku ini sehingga banyak hal dapat dikupas secara mendalam. Antusiasme penonton turut menghidupkan suasana melalui pertanyaan-pertanyaan berbobot yang dijawab dengan baik oleh Irsyaad. Sang penulis juga menambahkan bahwa terdapat perbedaan signifikan antara draf pertama dan versi cetak, terutama pada penambahan bagian akhir yang menjadi simbol penutup yang kuat.
Saat ditanya mengenai bagian favoritnya, Irsyaad menyebut adegan ketika Hilman nongkrong di bawah pengaruh alkohol. Kondisi tersebut membuat Hilman bebas menceritakan apa pun yang dipandangnya. Pikiran dan tuturannya menjadi narasi yang jujur dan apa adanya, tanpa polesan atau filter yang mengaburkan realitas.
Menurut Irsyaad, Ke Mana-mana Keisha cocok dibaca oleh orang-orang yang sedang kehilangan atau berusaha menemukan arah hidup. “Cocok dibaca untuk menemani fase bingung dan teman nyebat,” ujarnya.
_Media%20Gaung.png)

0 Komentar