(Sumber gambar: Gramedia.com)
Penulis : Karinka Jasmine
Pride & Prejudice adalah novel Inggris klasik karya Jane Austen yang dirilis pada tanggal 28 Januari 1813. Dengan latar abad 19 atau lebih dikenal dengan Era Regensi (Regency Era), novel itu menceritakan kisah cinta antara Elizabeth Bennet dengan Fitzwilliam Darcy yang penuh lika-liku antara ego dan penilaian awal mereka. Fitzwilliam Darcy, atau Mr. Darcy, adalah seorang pria bangsawan kaya raya yang awalnya terkesan sangat sombong. Pada awal cerita, Mr. Darcy bersikap dingin, kaku, dan angkuh di depan publik. Mr. Darcy bahkan pernah menolak untuk berdansa dengan Elizabeth karena menurutnya Elizabeth “tidak cukup cantik”. Pada akhirnya, Fitzwilliam Darcy berubah ketika ia menyadari bahwa yang ia lakukan ke Elizabeth adalah salah. Pengembangan karakter inilah yang menjadi perbincangan hangat para pecinta novel klasik.
Pride & Prejudice bercerita tentang keluarga Bennet, yang tinggal di pedesaan Inggris, yang memiliki lima anak perempuan, yaitu, Jane, Elizabeth, Mary, Kitty, dan Lydia. Karena harta keluarga tidak bisa diwariskan kepada anak perempuan, anak-anak keluarga Bennet harus menikah demi masa depan mereka. Hal itulah yang membuat Mrs. Bennet sibuk mencarikan jodoh untuk kelima putrinya. Cerita kemudian berlanjut ketika Mr. Bingley, pria kaya yang ramah, menyewa rumah besar di dekat mereka bersama sahabatnya, Mr. Darcy. Mr. Bingley cepat akrab dengan Jane. Namun, berbeda dengan Mr. Bingley, Mr. Darcy bersikap dingin, angkuh, dan bahkan menolak berdansa dengan Elizabeth karena ia menganggapnya “tidak cukup cantik”. Kesan pertama buruk itu membuat Mr. Darcy dikenal sebagai pria angkuh yang memandang rendah keluarga Bennet. Meskipun memandang rendah keluarga Bennet, ia diam-diam menyimpan rasa cinta kepada Elizabeth dan memutuskan untuk melamarnya. Namun, lamaran pertamanya dipenuhi oleh ucapan tentang "turunnya" derajat dirinya jika ia bersama Elizabeth. Hal itu membuat Elizabeth menolak mentah-mentah lamaran tersebut. Penolakan itu membuat Mr. Darcy sadar bahwa apa yang ia lakukan adalah salah. Ia kemudian menulis surat penjelasan tentang kemauan Mr. Darcy untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik untuk Elizabeth maupun untuk orang lain.
Setelah berubah, Mr. Darcy tidak menggunakan kata-kata untuk merayu Elizabeth, tetapi ia membuktikannya lewat tindakan. Saat Elizabeth berkunjung ke Pemberley, ia melihat Mr. Darcy bersikap ramah dan sopan, bahkan kepada paman dan bibinya yang berasal dari kelas menengah. Tindakannya yang paling berkesan untuk Elizabeth adalah ketika Lydia kabur bersama Wickham dan nama keluarga Bennet terancam tercoreng. Mr. Darcy diam-diam mencari mereka, mengatur pernikahan, menanggung biayanya, dan meminta semuanya dirahasiakan. Ia juga memperbaiki kesalahannya terhadap Jane dan Bingley sehingga keduanya bersatu. Ketika melamar untuk kedua kalinya, Darcy tidak memaksa dan siap menerima jika Elizabeth masih menolak. Semua itu perlahan mengubah pandangan Elizabeth, dari yang semula menganggapnya sombong menjadi mengagumi ketulusan dan kebesaran hatinya.
Pengembangan karakter Mr. Darcy ini membuat para pembaca, dari zaman Austen hingga sekarang, menjadikannya sebagai standar pria ideal. Para pembaca merasa bahwa kemauan Mr. Darcy untuk mengakui dan berubah atas kesalahannya yang membuat karakter Mr. Darcy menarik dan romantis (attractive). Mr. Darcy bahkan menghormati Elizabeth yang berani berdebat dan berpikir kritis. Hingga sekarang, banyak pembaca di dunia, khususnya perempuan, berangan-angan untuk memiliki pasangan seperti Mr. Darcy. Dari Mr. Darcy, kita jadi tahu bahwa seseorang tidak perlu sempurna dari awal, tetapi keinginan untuk berubah adalah kunci utama untuk memahami satu sama lain.
Mr. Darcy sadar bahwa sifat dingin, angkuh, dan caranya memperlakukan orang lain adalah salah. Penolakan keras Elizabeth Bennet terhadap lamarannya adalah titik awal pengembangan karakter Mr. Darcy menjadi seorang pria yang lebih baik. Pengembangan karakter Mr. Darcy itulah yang menjadi standar pria baru bagi para pembaca di dunia nyata—sebuah standar tentang keberanian untuk berefleksi, menurunkan ego, dan berubah demi cinta yang tulus. Menurut kamu, siapa karakter yang dapat dijadikan sebagai standar ideal?
_Media%20Gaung%20(12).png)
0 Komentar