Mengulik Kebaya Janggan dalam Serial Netflix "Gadis Kretek"




Penulis : Aida Amalia Soleha
Penyunting : Nurramadhina A. Daradjat

    Bulan November tahun lalu media sosial Indonesia diramaikan dengan rilisnya serial Netflix Gadis Kretek yang dibintangi sejumlah pemeran papan atas. Serial ini merupakan adaptasi dari novel karya Ratih Kumala dengan judul serupa dan berhasil menarik perhatian masyarakat Indonesia, khususnya bagi mereka pecinta film dan novel. Salah satu hal yang menjadi perbincangan dari serial ini ialah busana kebaya hitam yang dikenakan oleh Jeng Yah.

    Kebaya hitam dengan kerah tinggi itu bernama kebaya janggan dan sudah dipakai sejak masa penjajahan Belanda. Menurut Kebaya goes to UNESCO, kebaya janggan merupakan pakaian yang biasa digunakan oleh istri Pangeran Diponegoro, Ratna Ningsih, ketika menemani suaminya berperang melawan penjajah di tanah air. Selain itu, kebaya janggan juga digunakan beliau untuk menyembunyikan patrem, yakni sejenis senjata keris kecil yang biasa digunakan oleh para perempuan.

    Nama kebaya janggan diambil dari kata jangga yang memiliki arti leher. Sesuai dengan arti namanya, kebaya janggan memiliki kerah yang menutupi bagian leher dan desain seperti surjan laki-laki dengan detail kancing yang menyamping miring. Hal itulah yang menjadi pembeda antara kebaya janggan dengan kebaya kebanyakan. Pada umumnya kebaya janggan dibuat dengan kain berwarna hitam dengan bentuk yang ramping dan lengan yang panjang. 

    Penggunaan kebaya janggan tidak hanya sekadar sebagai pakaian tradisional saja, tetapi juga sebagai pemaknaan dari keindahan dan kesucian perempuan Jawa, baik itu perempuan keraton atau perempuan lainnya. Dengan warna hitam yang mengisyaratkan ketegasan, kedalaman, dan kesederhanaan, kebaya janggan menjadi representasi bagaimana perempuan juga memiliki sikap kepemimpinan dan ketegasan layaknya seorang laki-laki.

    Dulunya kebaya janggan biasa digunakan oleh abdi dalem perempuan di keraton dalam upacara-upacara besar. Namun, sekarang kebaya janggan sudah mulai banyak digunakan oleh masyarakat umum dan beberapa public figure, seperti Adinia Wirasti dan Dian Sastrowardoyo. Kini berkat serial Netflix Gadis Kretek, popularitas kebaya janggan semakin tinggi di kalangan masyarakat umum dan menjadi tren yang cukup populer.


Posting Komentar

0 Komentar