Penulis: Fujiati
Penyunting: Nurramadhina Assyifa Daradjat
Beberapa waktu lalu, Tedros Adhanom Ghebreyesus selaku Sekretaris Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengumumkan bahwa wabah cacar monyet atau monkeypox sebagai darurat kesehatan global yang harus menjadi perhatian internasional.
Berdasarkan laman resmi WHO, cacar monyet adalah penyakit yang disebabkan oleh virus monkeypox. Penyakit ini disebut monkeypox karena pertama kali diidentifikasi pada sekumpulan monyet yang dipelihara untuk tujuan penelitian pada tahun 1958 dan baru ditemukan pada manusia pada tahun 1970. Monkeypox termasuk salah satu penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Di samping itu, penyakit ini juga dapat menyebar dari manusia ke manusia.
Monkeypox umumnya ditemukan di Afrika Tengah dan Afrika Barat karena daerah tersebut memiliki hutan hujan tropis yang merupakan habitat umum bagi hewan-hewan pembawa virus ini. Namun, pada Mei 2022 lalu, jumlah manusia yang terpapar penyakit ini melonjak dengan tajam di berbagai negara.
Gejala-gejala monkeypox yang umum antara lain adalah demam, sakit kepala berat, nyeri otot, sakit pinggang, lemah lesu, pembengkakan kelenjar getah bening, dan ruam kulit atau luka pada kulit (lesi).
Ruam pada kulit umumnya muncul dalam waktu satu hingga tiga hari sejak timbulnya demam. Ruam tersebut dapat berbentuk datar atau sedikit menyembul, berisi cairan bening atau kekuning-kuningan, serta dapat menjadi keropeng, mengering, dan terkelupas. Jumlah luka pada satu orang dapat mencapai ribuan. Ruam cenderung lebih terkumpul pada wajah, telapak tangan, dan telapak kaki. Selain itu, ruam ini juga dapat ditemukan pada mulut, alat kelamin, dan mata.
Pada sebagian besar kasus, gejala-gejala monkeypox hilang dengan sendirinya dalam waktu beberapa minggu. Akan tetapi, pada sebagian orang, gejala-gejala ini dapat menimbulkan komplikasi medis hingga kematian. Bayi baru lahir, anak-anak, dan orang dengan penyakit defisiensi imun berisiko menderita gejala-gejala yang lebih serius dan kematian akibat monkeypox. Sekitar 3–6% kasus yang dilaporkan di negara-negara endemik belakangan ini berakhir dengan kematian, terutama pada anak-anak dan orang-orang dengan masalah kesehatan bawaan lainnya. Perlu dicatat, perkiraan ini mungkin lebih besar dari sesungguhnya karena terbatasnya pemantauan di negara-negara endemik.
Sumber: antaranews.com
Mengenal asal-usul, gejala, penularan, dan cara mengatasi cacar monyet yang menjadi darurat kesehatan global baru.
Penderita monkeypox dapat menginfeksi orang lain selama mengalami gejala, umumnya antara dua sampai empat minggu. Penularannya dapat melalui kontak fisik erat dengan orang yang bergejala, seperti terkontaminasi cairan tubuh (cairan, nanah, atau darah dari luka pada kulit), pakaian, seprai, handuk, atau benda-benda yang sudah terkontaminasi virus. Selain itu, virus ini juga dapat menyebar melalui air liur, ibu hamil kepada janin melalui plasenta, atau dari orang tua yang terinfeksi pada anak selama atau setelah kelahiran melalui kontak kulit.
Ketika mengalami gejala monkeypox atau berkontak erat dengan orang yang mengalami monkeypox, sebaiknya segera mencari pertolongan, pengujian, dan perawatan medis dari tenaga kesehatan. Apabila memungkinkan, lakukan isolasi mandiri dan hindari kontak erat dengan orang lain.

0 Komentar