Receh Tak Selalu Remeh: Peluncuran Buku "Recehan Bahasa 2" di PDS H.B. Jassin

Sumber gambar: Mutiara Januar


Penulis   : Mutiara Januar

Penyunting: Selese Putriani Munawarah


Jakarta, 13 Juni 2026 — Sore yang menenangkan dan sejuk di Taman Ismail Marzuki itu menjadi suasana yang cocok untuk membaca buku dengan syahdu. Memanfaatkan momen syahdu tersebut, agenda Membaca Senyap diadakan menjadi aktivitas pembuka dari rangkaian peluncuran buku Recehan Bahasa 2 karya Harrits Rizqi dan Ivan Lanin, sebelum berlanjut ke sesi gelar wicara di Balai Sastra PDS H.B. Jassin. Dalam sesi pembuka ini, para pengunjung yang hadir berkesempatan membaca langsung buku tersebut sebagai impresi pertama.


Kegiatan Membaca Senyap

Sumber gambar: Mutiara Januar


Recehan Bahasa 2 merupakan buku yang diterbitkan oleh Narabahasa, pendamping bahasa yang dibangun sejak tahun 2020, yang bekerjasama dengan percetakan Mizan. Buku ini berwarna merah terang yang menarik mata dengan desain yang nyaman dan menyenangkan. Buku ini merupakan buku kedua dari buku sebelumnya yang berjudul sama yaitu, Recehan Bahasa


Setelah Membaca Senyap, sesi gelar wicara dilaksanakan di Balai Sastra PDS H. B. Jassin. Gelar wicara ini dimulai dengan pembukaan dan pencairan suasana berupa kuis interaktif Kahoot yang secara mengejutkan, cukup sulit untuk orang-orang yang tidak begitu familiar dengan dunia bahasa. Ada empat orang narasumber, yakni Harrits Rizqi dan Ivan Lanin sebagai penulis, Hafizh Pragiya dan Innezedhe Ayang sebagai editor dan pengamat sastra serta Ricky Setianwar sebagai moderator yang bercakap-cakap mengenai isi buku dan proses kreatif dibaliknya.



Sesi Gelar Wicara

Sumber gambar: Mutiara Januar



"Saya sudah tidak punya kendali di medsos Narabahasa," ucap Ivan ketika menjelaskan bahwa isi buku Recehan Bahasa 2 diambil dari trivia-trivia bahasa Indonesia yang telah diunggah di media sosial Narabahasa.


Ia juga turut menjelaskan alasan buku ini disajikan dengan ringan dan menyenangkan karena menurutnya di zaman sekarang orang lebih tertarik pada hal-hal yang berbau hiburan dan santai dibanding formal dan kaku. "Hiburan dahulu, pendidikan kemudian." Ujarnya. 


Harrits sebagai penulis juga menjelaskan bahwa trivia-trivia ini didapatkan dari berbagai sumber yang nantinya disimpan ke dalam bank konten Narabahasa. Dari bank konten itu ia terpikirkan untuk membukukan trivia-trivia seputar bahasa yang telah dikumpulkan yang sayang sekali jika dibiarkan berserakan begitu saja. 


Ada yang menarik dari proses penerbitan buku ini, yaitu ternyata tidak semua kata yang bertrivia yang diajukan dalam buku ini lolos sensor. Mizan sebagai penerbit dan pencetak harus menggagalkan kata yang dianggap tidak sopan atau tidak etis. Banyak kata dari bidang makanan yang tidak lolos sensor karena membawa sebutan alat kelamin sebagai namanya. Akan tetapi, masih ada beberapa kata ‘tidak etis’ yang lolos sensor dan dimuat di dalam buku ini, salah duanya adalah saudara anjing yang berarti saudara seibu berlainan ayah dan bajingan yang berarti penjahat; pencopet.  


Melalui buku ini, kita disajikan fakta-fakta mengenai perkembangan bahasa, pergeseran makna, keterimaan suatu kata di masyarakat, dan kekayaan makna kata dari bahasa Indonesia yang turut melambangkan kekayaan budaya yang ada di Indonesia. Selain info-info seputar bahasa, buku ini juga menyajikan selipan meme dan gombalan-gombalan receh yang memperkuat kesan menyenangkan dari buku ini. 


Acara gelar wicara untuk peluncuran Buku Recehan Bahasa 2 yang banyak diisi oleh diskusi para narasumber dengan hadirin ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan kuis berhadiah.

Posting Komentar

0 Komentar