Sumber gambar: Getty Images (Kym Illman)
Penulis : Ayessa Tiara
George William Russell atau lebih dikenal dengan George Russell adalah pembalap Formula 1 yang berasal dari King’s Lynn, Inggris. Saat ini, ia membalap di bawah naungan tim Mercedes-AMG Petronas bersama rekan setimnya, Kimi Antonelli. George Russell sudah memulai karier membalapnya sejak ia berusia tujuh tahun. Ia debut di Formula 1 pada tahun 2019 di bawah naungan tim Williams Racing. Awal kariernya di Formula 1 tidak berjalan mulus karena mobil yang dikendarainya termasuk mobil yang lambat sehingga membuatnya kesulitan untuk mendapatkan poin. Sebelum resmi menjadi bagian dari tim Mercedes, ia sempat menggantikan Lewis Hamilton yang saat itu merupakan pembalap dari tim Mercedes pada tahun 2020 untuk membalap di Grand Prix Sakhir. Pada saat itu, ia berhasil mendapatkan poin dan menempati posisi ke-9. Namun, setelah Lewis Hamilton kembali membalap, George Russell dipindahkan kembali ke tim Williams Racing hingga tahun 2022. Setelah mengemban kariernya di tim Williams Racing, akhirnya George Russell resmi menjadi pembalap untuk Mercedes pada tahun 2022 sampai sekarang.
Terlepas dari kesuksesannya di ajang Formula 1, George Russell kerap kali mendapatkan kritik dan hinaan dari penggemar Formula 1. Mulai dari gaya menyetirnya, opini-opininya selama wawancara, hingga konflik dengan pembalap lain. Bahkan, muncul banyak hujatan yang bersifat personal. Awal mula hujatan yang ditumpahkan kepada George Russell dimulai ketika ajang Formula 1 Grand Prix di Italia pada 18 April 2022. Saat itu, mobil milik George Russell (masih di tim Williams Racing) kehilangan kendali sehingga mobilnya menghantam mobil milik Valtteri Bottas, pembalap dari tim Mercedes pada saat itu, dengan sangat keras. Mereka berdua selamat meskipun mobil-mobilnya rusak parah. Pascakecelakaan itu membuat George Russell sangat emosional. Perdebatan antara George Russell dan Valtteri Bottas berlangsung begitu panas. Valtteri Bottas mengacungkan jari tengah yang kemudian direspons George Russell dengan memukul helm yang sedang digunakan Valtteri Bottas. Hal ini membuat Toto Wolff, bos tim Mercedes, mengecam keras George Russell dan menganggap reaksinya itu tidak pantas. Akhirnya, George Russell menyampaikan permintaan maaf secara terbuka melalui media sosial kepada Valtteri Bottas. Meskipun mereka sudah berdamai, George Russell tetap menuai kritik karena sikapnya tersebut tidak profesional, terlebih Valtteri Bottas adalah seorang pembalap senior.
Selain insiden Grand Prix Italia di Tahun 2022, George Russell seringkali menunjukkan sifat agresifnya ketika balapan. Aksinya itu membuatnya sering menabrak mobil pembalap lain seperti Carlos Sainz (pembalap dari tim Scuderia Ferrari) dan Mick Schumacher (pembalap dari tim Haas). Selain itu, George Russell juga cenderung membela diri dan menyalahkan orang lain atas insiden yang melibatkannya dengan pembalap lain. Sifatnya itu membuat penggemar Formula 1 geram dan mulai mengkritik George Russell.
Meskipun sikapnya mulai dewasa seiring berjalannya waktu, George Russell masih mendapatkan kritik dan hinaan karena mengeluhkan kebijakan baru dari Formula 1 yang tidak sesuai dengan gaya menyetirnya. Pada ajang Formula 1 musim 2026, ia kalah saing dengan rekan setimnya, Kimi Antonelli. Poinnya masih tertinggal jauh dengan Kimi Antonelli walaupun ia berada di klasemen juara dunia urutan ke-2. Masalah-masalah yang membuatnya tidak dapat menyelesaikan balapan dan keunggulan Kimi Antonelli membuat George Russell memilih untuk pasrah akan kehilangan gelar juara dunia. Hal inilah yang membuat George Russell dihina oleh penggemar Formula 1 bahwa ia tidak memiliki mental juara dunia seperti Kimi Antonelli yang saat ini memimpin klasemen juara dunia tahun 2026 dan Max Verstappen, pembalap dari tim Oracle Red Bull Racing, yang sudah pernah menjadi juara dunia selama 4 kali berturut-turut.
Terlepas dari kritik dan hinaan yang tertuju padanya, George Russell adalah pembalap yang konsisten. Pada awalnya, ia memang menunjukkan sikap tidak profesional dan agresif. Namun, seiring berjalannya waktu dan bertambahnya pengalaman, George Russell mulai menunjukkan sikap kedewasaannya. Kritik dan hinaan yang tertuju kepada George Russell tidak membuatnya kehilangan motivasi, tetapi justru membuatnya makin bersemangat dan bertekad untuk menjadi juara dunia. George Russell tetap konsisten untuk menekuni karier balapnya tanpa mengacuhkan hujatan yang diberikan kepadanya.
_Media%20Gaung%20(9).png)
0 Komentar